loading...

Wednesday, July 25, 2018

SPTK Halusinasi Penglihatan


STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
gangguan persepsi sensori : halusinasi penglihatan 

A.    Proses Keperawatan
         1.     Kondisi Klien
a.      Klien tampak duduk diam
b.     Klien menyendiri dan tidak mau bergabung dengan teman-teman
c.      Klien tampak mondar-mandir
         2.      Diagnosa keperawatan : 
           Gangguan persepsi sensori-
           halusinasi penglihatan
         3.     Tujuan khusus :
a.      Klien dapat membina hubungan saling percaya
b.     Klien dapat mengenal halusinasinya
c.      Klien dapat mengontrol halusinasinya
         4.      Tindakan keperawatan :
a.      Membina hubungan saling percaya
b.     Mengidentifikasi jenis halusinasi
c.      Mengidentifikasi isi halusinasi
d.     Mengidentifikasi waktu saat mengalami halusinasi
e.      Mengidentifikasi frekuensi halusinasi
f.      Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi
g.    Mengajarkan mengontrol halusinasi dengan cara menghardik, bercakap-cakap dengan orang lain, melakukan aktivitas secara terjadwal, dan menggunakan obat secara benar dan teratur

B.     Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan
SP
Tindakan Keperawatan
SP I
Orientasi :
“Selamat siang pak. Saya mahasiswa STIKes Jalan Raya. Nama saya Go Reinnamah senang di panggil Shiwa. Saya praktik di ruang Garuda ini selama 2 minggu”
“Nama pak siapa? Senang dipanggil apa?”
“Bagaimana perasaan pak T hari ini”
“Apa keluhan Pak saat ini”

“Bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang penglihatan yang mengganggu pak?
“Dimana kita duduk? Diluar saja ya? Berapa lama? Bagaimana kalau 20 menit?”

Kerja :
“Apakah pak T melihat bayangan tersebut tanpa ada wujud? Apa yang dikatakan dalam penglihatan tersebut?
“Pada saat kapan pak melihat bayangan tersebut? Dalam sehari berapa kali melihatnya? Apakah bayangan itu muncul saat pak sendiri atau sedang bersama teman-teman?

“Apa yang pak rasakan pada saat melihat bayangan itu?
“Apa yang pak lakukan saat melihatnya?
Apakah dengan cara tersebut bayangan itu akan hilang?
“Bagaimana kalau saya ajarkan cara-cara untuk mencegah bayangan yang mengganggu pak?
“Begini pak T, ada 4 cara untuk mencegah bayangan itu muncul. Pertama, dengan menghardik bayangan itu. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan Keempat, minum obat dengan teratur”
“Bagaiman kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik”
“Caranya adalah : saat bayangan yang mengganggu pak muncul, langsung pak katakan. Pergi saya tidak mau melihat kamu, kamu tidak nyata, kamu hanya bayangan. Begitu diulang-ulang sampai bayangan itu hilang”
Apakah pak T mengerti dengan apa yang barusan saya ajarkan?
Kalau begitu coba pak peragakan

Nah begitu, bagus pak. Coba lagi !

Bagus pak, pak T sudah bisa.

Terminasi :
“Bagaimana perasaan pak setelah peragaan latihan tadi?
“Kalau bayangan itu muncul lagi, silahkan gunakan cara tersebut. Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk belajar mengontrol bayangan tersebut dengan cara kedua?
“Jam berapa pak? Bagaimana kalau besok?
“Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya? Bagaimana kalau di tempat ini?
“Baiklah, sampai bertemu lagi. Selamat siang

SP 2
Orientasi :
“Selamat siang pak T. Masih ingat nama saya? Wah bagus sekali pak masih mengingat nama saya.
“Bagaimana perasaan pak siang hari ini?
“Apakah bayangan itu masih muncul? Apakah sudah menggunakan cara yang diajarkan? Apakah bayangan tersebut cepat hilang? Bagus !
“Sesuai janji saya kemarin saya akan mengajarkan cara kedua untuk mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap bersama orang lain. Kita akan latihan selama 20 menit ya? Kita latihan ditempat kemarin saja?

Kerja :
“Cara kedua untuk mencegah halusinasi adalah dengan cara becakap-cakap bersama orang lain. Jadi kalau pak melihat bayangan tersebut langsung saja cari teman atau perawat untuk diajak ngobrol.
“Caranya adalah : tolong saya, bayangan itu datang lagi, ayo ngobrol dengan saya”
Bagaimana, apakah pak mengerti?
Kalau begitu coba pak lakukan seperti yang tadi saya lakukan

Bagus pak. Coba lagi !
Nah begitu, bagus, latihan terus ya pak

Terminasi :
“Bagaimana perasaan pak T setelah latihan cara kedua ini?
“Jadi sudah ada berapa cara yang pak pelajari untuk mencegah bayangan tersebut?
Bagus, pak bisa menggunakan kedua cara ini saat bayangan itu muncul.
“Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi untuk belajar cara ketiga yaitu melakukan aktivitas terjadwal? Mau jam berapa pak? Bagaimana kalau jam 08:00?
“Mau dimana kita latihan? Bagaimana kalau kita pindah tempat latihan di teras?
Sampai besok ya pak. Selamat siang

SP 3
Orientasi :
“Selamat pagi pak T. Bagaimana perasaan pak pagi ini?
“Apakah bayangan tersebut masih muncul?
“Apakah sudah digunakan dua cara yang diajarkan?
“Bagaimana hasilnya?
“Bagus !

“Sesuai janji saya, hari ini kita akan belajar cara yang ketiga untuk mencegah halusinasi yaitu dengan melakukan aktivitas terjadwal
“Mau dimana kita latihan? Di luar ruangan saja ya? Bagaimana waktunya seperti biasa 30 menit?
Baiklah !

Kerja :
“Apa saja yang biasa pak lakukan?
“Kalau pagi apa kegiatan pak, terus jam berikutnya kegiatan apa?
“Banyak juga kegiatannya. Ayo kita latih 1 kegiatan hari ini yaitu senam
“Bagus sekali pak.
Kegiatan ini dapat membantu pak untuk mencegah bayangan tersebut muncul. Kegiatan yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam ada kegiatan

Terminasi :
“Bagaimana perasaan pak setelah latihan cara ketiga untuk mencegah bayangan tersebut? Bagus pak !
“Coba pak sebutkan 3 cara yang telah diajarkan untuk mencegah bayangan itu !
Bagus sekali pak !
“Bagaimana kalau sebentar siang kita membahas cara yang keempat yaitu cara minum obat yang baik serta kegunaan obat
“Mau jam berapa pak? Bagaimana kalau jam 11:00 siang?
“Di ruang makan ya? Sampai nanti. Selamat pagi

SP 4
Orientasi :
“Selamat siang pak T. Bagaimana perasaan pak siang hari ini?
“Apakah bayangan itu muncul lagi?
“Apakah tadi pagi pak sudah minum obat?
Bagus pak !
“Sesuai janji saya tadi, siang ini kita akan membahas tentang obat-obat yang pak minum. Kita akan membahas selama 20 menit sambil menunggu makan siang. Diteras saja ya pak ?

Kerja :
“Apakah ada bedanya setelah minum obat secara teratur. Apakah bayangan itu tidak muncul setiap saat?
“Minum obat sangat penting agar bayangan yang mengganggu pak tidak muncul lagi
“Berapa macam obat yang pak minum?
“Obat yang warnanya orange (CPZ) minumnya 2 kali, jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya untuk menghilangkan bayangan yang mengganggu pak. Obat yang warna merah mudah (HPL) minumnya sama seperti obat yang warna orange (CPZ), obat yang warna merah mudah gunanya untuk menenangkan pikiran pak. Jadi kalau bayangan tersebut tidak muncul bukan berarti pak harus berhenti minum obat, tapi konsultasikan ke dokter dulu. Karena kalau pak tidak minum obat maka sakitnya akan kambuh lagi dan akan sulit untuk mengembalikan keadaan pak yang semula. Jadi kalau obatnya habis pak bisa mintakan ke dokter untuk di berikan obat lagi. Pak T juga harus teliti saat menggunakan obat-obatan tersebut, pastikan obatnya benar agar tidak tertukar dengan obat milik teman yang lain. Saat pengambilan obat pak harus membaca nama kemasannya dan pastikan obat diminum pada waktunya dengan cara yang benar, yaitu diminum sesudah makan dan tepat jamnya. Pak juga harus memperhatikan berapa jumlah obat sekali minum”

Terminasi :
“Bagaimana perasaan pak setelah kita membahas tentang obat? Sudah berapa cara yang kita latih untuk mencegah bayangan itu muncul lagi?
Kalau begitu coba pak sebutkan

Bagus pak, pintar !
“Jangan lupa waktu minum obat harus diperhatikan hal-hal sudah dibahas tadi, saat pak rumah juga harus pastikan seperti itu !
“Baik, besok kita bertemu lagi untuk membahas manfaat 4 cara mengontrol bayangan tersebut.
“Besok kita bertemu jam berapa? Bagaimana kalau 10:30. Baiklah silahkan lanjutkan aktivitasnya pak. Selamat siang


No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah secara bijak dan sesuai topik

loading...

KUTIL KELAMIN

Gambar Kutil Kelamin Apa itu kutil kelamin? Go Reinnamah - Kutil kelamin atau kutil anogenital merupakan salah satu penyakit seksual...