Apa itu abses hati?
Go Reinnamah- Abses
hati adalah lubang-lubang kecil pada hati yang penuh nanah karena infeksi. Hati
adalah organ penting dengan berbagai macam fungsi misalnya menyimpan energi,
protein, dan membuang zat-zat berbahaya dari dalam tubuh. Ketika hati terkena
infeksi parasit, lubang kecil bernanah mungkin muncul.
Seberapa umumkah abses hati?
Penyakit
ini umum pada orang-orang yang hidup di daerah tropis. Abses hati dapat
menyerang siapa saja, termasuk pria dan wanita. Anda bisa mengatasi penyakit
ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasi ke dokter untuk informasi lebih
lanjut.
Apa saja tanda dan gejala abses
hati?
Dengan
bentuk penyakit apapun, gejala-gejala mungkin tidak segera muncul. Jika
terdapat gejala, biasanya: demam, menggigil, berkeringat, mual, muntah, diare,
atau sakit di perut bagian atas kanan. Ada juga gejala-gejala yang lebih jarang
muncul misalnya sesak di bagian dada, nafsu makan hilang, kulit dan mata
menguning. Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas.
Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter
Anda.
Kapan
saya harus periksa ke dokter?
Hubungi
dokter jika Anda mengalami salah satu gejala atau tanda di atas meliputi sakit
perut parah, demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Status dan kondisi bisa
bervariasi bagi banyak orang. Selalu diskusikan dengan dokter Anda untuk
mendapatkan metode diagnosis dan perawatan terbaik untuk Anda.
Apa penyebab abses hati?
Ada
3 kategori penyebab utama abses hati, yakni:
- Bakteri sebagai penyebab abses hati, biasanya identik berganda
- Amoeba sebagai penyebab abses hati, terutama Entamoeba histolytica
- Jamur sebagai penyebab abses hati, kebanyakan Candida
Abses
hati yang disebabkan oleh bakteri disebut abses hati pyogenik. Kondisi
peradangan seperti usus buntu, diverticulitis, cholecystitis sering menyebabkan
sebagian besar kasus abses hati. Parasit serangga seperti amoeba juga
menyebabkan nanah. Keadaan seperti ini kebanyakan terjadi karena kondisi sanitasi
yang buruk. Di seluruh dunia, abses hati yang paling umum adalah abses hati
pyogenic karena Amoeba.
Apa saja faktor peningkatkan risiko
terjadi abses hati?
Faktor-faktor
di bawah ini mungkin meningkatkan risiko abses hati yaitu:
- Makanan yang kebersihannya tidak terjamin
- Memiliki masalah pada hati, misalnya infeksi hati atau fungsi hepatik yang terganggu
- Jenis kelamin: wanita mungkin berisiko lebih tinggi daripada pria. Namun perbedaannya tidak terlalu jauh
- Usia: orang yang terinfeksi biasanya berusia 60-70 tahun. Abses hati juga dapat terjadi pada bayi, bersamaan dengan infeksi tali pusar
Pengobatan
Informasi
yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada
dokter Anda.
Apa saja pilihan pengobatan untuk abses
hati?
Metode
pengobatan terbaik adalah dengan membuang nanah dan dengan antibiotik. Sebagian
besar pasien memerlukan dua atau tiga macam antibiotik. Biasanya, antibiotik
diberikan melalui cairan intravena sampai demam dan radang membaik. Dokter Anda
mungkin menggunakan jarum yang dipasang di abses hati dan mengisap infeksi.
Apa saja tes yang biasa dilakukan
untuk abses hati?
Dokter
sering mendeteksi penyakit abses hati dengan ultrasound (menggunakan gelombang
suara untuk menciptakan gambar hati). Metode lain untuk mendiagnosis adalah CT
scan. Jika perawatan dengan antibiotik tidak efektif, dokter akan melakukan
biopsi dengan menusukkan jarum melalui perut menuju ke abses untuk mengambil
sampel jaringan dan menelitinya dengan mikroskop. Dokter juga dapat menggunakan
cara transplantasi untuk mengidentifikasi penyebab yang lebih spesifik.
Apa saja perubahan gaya hidup atau
pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi abses hati?
Gaya
hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi
abses hati:
Sebagian
besar orang dengan abses hati pyogenik akan membaik dalam waktu 2 minggu dengan
antibiotik dan pembuangan nanah. Untuk orang yang terkena abses hati karena
Amoeba, mereka akan mengalami demam ringan selama 4-5 hari. Untuk mencegah
penyakit ini semakin menjalar, Anda bisa menerapkan rutinitas ini:
- Minum antibiotik sesuai petunjuk
- Check up rutin sesuai perintah dokter
- Cuci tangan sebelum makan
- Hubungi dokter segera jika mengalami sakit perut, muntah, demam, diare, berkeringat, menggigil atau sakit kuning
Sumber : Deseases Dictionary
No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah secara bijak dan sesuai topik